Yadnya Karo 2013




Karo adalah salah satu tradisi dalam masyarakat Hindu Tengger yang dirayakan  untuk mengenang penciptaan jagat gede (alam semesta ) dan jagat cilik (manusia).
Seperti halnya hari Raya Idul Fitri bagi umat Islam, perayaan Karo yang diperingati pada bulan kedua (karo) kalender bulan Saka ini dirayakan dengan silaturahmi diantara dari rumah ke rumah.

Tahun ini, perayaan Karo bagi masyarakat Tengger di Kabupaten Probolinggo diperingati pada tanggal 21 Oktober 2013 dengan tuan rumah Desa Jetak. Seperti tradisi sebelumnya,pada hari itu masyarakat Tengger dari 3 desa yaitu Desa Wonotoro, Ngadisari dan Jetak di Kecamatan Sukapura tumpah ruah di balai desa Jetak untuk mengikuti acara Yadnya Karo. Meraka datang dengan memakai pakaian adat Tengger ( pakaian hitam, ikat kepala dan kain kuning yang dililitkan di pinggang).
Masyarakat ini duduk lesehan di balai desa dengan mengelilingi hidangan yang ditaruh dalam wadah takir kawung (anyaman dari janur) yang berisi nasi dan lauk serta jajanan tradisional. Di hadapan terdapat singgasana yang ditempati oleh kepala desa  di 3 desa yang hari itu dinobatkan sebagai "Raja Tengger".
Sebelumnya ritual Yadnya Karo dimulai dengan prosesi besanan, lalu setelah  ketiga kepala desa tersebut duduk di singgasananya maka gamelan pun mulai dimainkan dan tari Sodoran yang melambangkan penciptaan kedua  jagat itupun dimulai. Para penari yang kesemuanya laki laki itu menarikan Sodoran di tengah balai desa yang memang sengaja dikosongkan untuk ritual ini. Mereka secara bergantian akan menari hingga acara selesai.

Ritual Karo ini selain memiliki arti penting bagi masyarakat Hindu Tengger juga menjadi atraksi menarik bagi wisatawan yang mengunjungi Bromo. Tak heran jika pada saat perayaan ini tingkat okupansi hotel dan homestay juga melonjak drastis. Tentu saja perlu diketahui buat wisatawan, bahwa selama perayaan Karo ini banyak homestay yang tidak menerima tamu karena rumah yang biasa mereka sewakan untuk wisatawan mereka pakai sendiri untuk merayakan dan menyambut tamu tamu yang bersilaturahmi ke rumah mereka. Jadi akan sangat penting bagi Anda untuk memastikan mendapatkan tempat menginap saat ingin menyaksikan acara Karo ini.


Berikut ini beberapa momen yang tertangkap kamera saat perayaan Karo namun apa daya,hidangan yang disajikan di rumah warga membuat penulis lupa dengan kamera. 




Untuk reservasi homestay yang tetap terima tamu selama pelaksanaan Karo dan untuk liburan di Bromo hubungi Yuni 082330201684 atau email yuni.rozuqi@gmail.com

Share :

Facebook Twitter Google+